Menanam Kangkung

Merawat Kangkung, Merawat Bumi: Sebuah Refleksi Iman Katolik

Tugas : Uprak Bahasa Indonesia & Agama


    Untuk tugas uprak bahasa indonesia & agama ini kami diminta untuk membuat makanan dari bahan-bahan sekitar. Kemudian mengapa kami memilih kangkung, karena kangkung mudah tumbuh dan dibudidayakan, dan juga kangkung dapat menjadi simbol kesederhanaan. Harapan pertama saya saat pertama kali menanam kangkung yaitu semoga dapat tumbuh dengan subur. Proyek ini saya lakukan sebagai bentuk syukur yang saya lakukan dalam kehidupan sehari-hari.


    Pada hari pertama saya menanam kangkung saya merasa senang karena bisa menanam tanaman saya sendiri, dan pot yang saya pakai adalah pot plastik karena pot-pot di rumah saya sudah dipakai semua. Campuran tanahnya yaitu tanah lembang dicampur dengan pupuk kompos dan sekam bakar yang disediakan oleh Pak Sigit. Kemudian saya mengambil benih kangkung, dan ternyata benih kangkung itu tidak sekecil yang aku kira.

Refleksi mini : "Benih ini tampak begitu kecil dan tak berdaya. Saya harus percayai bahwa di dalamnya ada kehidupan."

    Setelah saya menanam benih kangkungnya, saya langsung menyiramnya dengan air keran supaya benih kangkung dapat tumbuh dengan subur. Setelah itu saya menunggu nya tumbuh, saya merasa sabar untuk menunggunya tumbuh. Setelah beberapa hari menunggu
akhirnya di hari ke 3 tunas mulai muncul ke permukaan.

Refleksi mini : “Kesabaran saya mulai diuji, karna saya harus menunggu tanamanya tumbuh besar, maka saya belajar untuk bersabar”

    Tanaman kangkung tersebut tentunya saya beri pupuk, dan sinar matahari yang cukup, setelah saya tunggu, ternyata kangkung saya sudah tumbuh dengan lebat.

Refleksi mini :"Komitmen sangat dibutuhkan di sini, karna kita perlu untuk merawatnya setiap hari"

    Dalam melakukan sesuatu pasti tidak lepas dari yang namanya masalah, seperti saya pernah lupa menyiram tanaman kangkung saya, karena saya lupa menyiramnya tanaman kangkung nya menjadi sedikit layu dan lama untuk tumbuh. Perasaan saya waktu itu saya kaget kalau tanaman saya langsung layu.


    Kemudian yang saya lakukan adalah menyiramnya kembali dengan air yang sedikit lebih banyak dari biasanya, saya sempat menyalahkan diri sendiri, namun saya merasa itu tidak benar, dan saya mengampuni diri saya sendiri.

    Pelajaran yang bisa saya ambil yaitu, kita harus konsisten melakukan sesuatu kalau kelewat 1 kali, dampaknya bisa besar.


Pelajaran hidup yang bisa diambil selama menanam kangkung yaitu :

1. Kesabaran: kangkung tumbuh sesuai waktunya, tidak bisa dipaksa.

2. Komitmen pada hal kecil: menyiram setiap hari melatih disiplin dan tanggung jawab.

3. Ketahanan hidup: meski sempat rusak, kangkung tetap tumbuh—mengajarkan untuk tidak mudah menyerah.


Refleksi Iman Katolik :

Saya mengambil dari Markus 4 :26-29, yang isi nya mengajarkan bahwa pertumbuhan, baik tanaman maupun iman membutuhkan waktu dan proses. Manusia bertugas menabur dan merawat, tetapi Tuhanlah yang memberi pertumbuhan. Tugas kita adalah setia dan sabar, bukan memaksa hasil.

Ringkasan :

Proyek ini menjadi proyek membutuhkan kempuan untuk menjaga atau bertanggung jawab terhadap tanamannya sendiri, dimulai dari benih kita merawatnya hingga besar. Proyek ini juga membuat saya menjadi lebih sabar.

Pernyataan Pribadi :

Sekarang saat saya melihat kangkung, saya jadi teringat kesabaran, kedisiplinan dan kerja keras untuk menanam 1 buah kangkung.

Doa Pribadi

"Tuhan Yesus yang baik, murah hati, dan Maha penyayang"

"Saya bersyukur karena telah diberi bibit yang dapat tumbuh dengan subur"

"Saya bersyukur karena tanaman saya telah diberi air, matahari, dan tanah yang baik"

"Terimakasih karena telah memberikan saya kesabaran untuk menunggu tanaman saya tumbuh"

"Kiranya kami bisa merawat bumi-Mu ini, supaya menjadi lebih baik lagi"

"Amin"



1. Menu : Cah Kangkung


2. Bahan-Bahan :

- Bawang putih

- Bawang merah

- Kangkung

- Telur puyuh

- Cabe rawit

- Garam

- Penyedap

- Air


Alat :

- Kompor

- Gas

- Sutil

- Mangkok

- Penggorengan/Wajan


3. Cara membuat :

1. Siapkan alat dan bahan

2. Iris kecil-kecil cabai, bawang merah putih

3. Tuang minyak ke dalam wajan

4. Nyalakan kompor, hingga sedikit panas

5. Masukan irisan bawang merah putih, dan cabai

6. Oseng bawang merah putih hingga aromanya keluar

7. Masukan cabai, oseng hingga tercampur rata

8. Masak air sebanyak 200ml hingga mendidih

9. Setelah bumbunya sedikit kering masukan kangkung yang sudah dicuci

10. Kemudian aduk hingga merata

11. Saat kangkung mulai layu, tambahkan air panas tadi(secukupnya)

12. Tambahkan 1/4sdm kaldu ayam bubuk

13. Tambahkan 3 sdm saos tiram

14. Aduk lagi hingga rata

15. Tambahkan sejumput gula pasir

16. Cah kangkung sudah jadi

17. Cah kangkung bisa di hidangkan


5. Cara menyajikan :

1. Tuangkan cah kangkung ke piring

2. Cah kangkung bisa di hidangkan

3. Bisa di tambah dengan minuman

4. Selesai



Cerita Sini

Saya anak Santa Maria Bandung.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama