(SMW)
—————————————————————————————————————————————————
——————————————————See—————————————————————————————
Saint Mary Ways atau disingkat SMW adalah program tahunan di SMP Santa Maria Bandung, di mana seluruh siswa diajak untuk meneladani kebaikan, kerendahan hati, dan ketelatenan Bunda Maria melalui berbagai bentuk pelayanan nyata. Program ini bukan hanya sekadar tugas sekolah, tetapi juga sebuah pengalaman pembentukan karakter agar setiap siswa dapat belajar mengasihi sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan pendampingan. Dalam program ini, kegiatan yang ditawarkan sangat beragam, antara lain misdinar, pelayanan ke panti wredha, pelayanan ke daycare, doa lingkungan, dan bentuk-bentuk pelayanan sederhana lainnya. Sebelum memulai kegiatan, kami dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, masing-masing dengan tujuan pelayanan yang berbeda. Kami diberi waktu sampai tanggal 17 September 2025 untuk menyelesaikan kegiatan pelayanan tersebut.
Setelah beberapa kali penyesuaian, kami akhirnya menentukan satu tanggal akhir yang paling memungkinkan. Meskipun begitu, tetap ada beberapa anggota yang tidak bisa hadir dalam pelayanan tersebut, yaitu saya sendiri (Niko), Zevan, Vidy, Krista, dan Putra.
Pelayanan tetap berjalan dengan baik berkat anggota lain yang hadir di panti wredha. Setelah pelayanan di panti selesai, seluruh kelompok kemudian mengikuti agenda berikutnya dari program SMW, yaitu presentasi hasil pelayanan kepada orang tua. Presentasi ini berisi laporan kegiatan, foto, dan pengalaman yang diperoleh setiap kelompok selama menjalankan tugasnya. Walaupun saya tidak ikut ke panti wredanya, saya melihat teman-teman saya yang sungguh-sungguh ingin melakukan pelayanan ke panti wreda tersebut.
Meskipun beberapa anggota tidak hadir saat pelayanan, presentasi tetap berjalan lancar dan mendapat respons positif. Namun sebagai pengganti, anggota yang tidak hadir harus melakukan bentuk pelayanan lain sebagai pengganti. Untuk anggota yang tidak bisa hadir dalam kunjungan ke panti wredha, kami ditugaskan untuk melakukan pelayanan mengasuh anak-anak di daycare.
Tugas ini dibagi berdasarkan jenis kegiatan, siswa laki-laki bertugas membantu di dapur, sedangkan siswa perempuan bertugas di dalam ruang daycare, mendampingi anak-anak secara langsung. Kami melaksanakan pelayanan ini selama tiga kali, masing-masing satu jam setiap harinya. Pengalaman di daycare memberikan pelajaran yang tidak kalah berharga. Mengasuh anak-anak kecil ternyata membutuhkan kesabaran ekstra, terutama karena setiap anak memiliki sifat dan tingkah berbeda. Ada yang aktif, ada yang pemalu, ada yang mudah menangis, dan ada juga yang sangat suka bercerita.
——————————————Judge—————————————————————————————
Dari situ saya belajar bahwa menjadi rendah hati sangat penting, karena mengasuh anak tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa atau dengan emosi. Selain itu, bekerja sama dengan teman satu kelompok juga menjadi kunci agar kegiatan berjalan dengan lancar. Setelah tiga hari melakukan pelayanan, kami kemudian menceritakan pengalaman kami kepada Ibu Cristin sebagai bagian dari laporan kegiatan SMW.
Saya menyadari bahwa bahkan tindakan kecil sekalipun dapat menjadi berkat bagi orang lain. Karena itu, ke depan saya akan berusaha untuk:
- Tetap rendah hati kepada siapa pun
- Lebih bersabar, terutama dalam menghadapi situasi yang tidak sesuai rencana
- Siap membantu orang lain dengan tulus, sekecil apa pun bentuknya.
Program SMW ini bagi saya bukan hanya tugas sekolah, tetapi pengalaman yang berati yang membuat saya ingin melakukan pelayanan lain kepada orang lain seperti Bunda Maria.


